Biopestisida Nabati Ramah Lingkungan Berbahan Alami

Semakin berkembangnya dunia pertanian, semakin besar minat masyarakat untuk beralih ke bidang pertanian. Selain itu, kebutuhan akan mengkonsumsi sayuran yang sehat mejadi kebutuhan setiap orang. Sehingga besarnya penggunaan pestisida kimia dalam bidang pertanian perlu dikurangi meskipun pestisida kimia memiliki kemampuan yang tinggi dalam meningkatkan produktivitas. Tak banyak juga masyarakat yang mulai ingin beralih untuk mengembangkan pertanian organik meskipun tingkat produktivitas rendah tetapi sayuran yang dikonsumsi menyehatkan.

Dalam hal budidaya pastinya tak akan terlepas dengan masalah adanya hama dan penyakit tumbuhan. Hal inilah yang menyebabkan masyarakat untuk tetap menggunakan pestisida kimia karena sifatnya yang bekerja cepat. Namun, ada juga teknik budidaya yang baik dalam mengendalikan hama dan penyakit yang ramah lingkungan dan berbahan dasar alami yaitu dengan penggunaan pestisida yang berasal dari tumbuhan yang biasanya di sebut dengan biopestisida nabati.

Bahan Pembuatan Biopestisida Nabati

Biopestisida nabati adalah pestisida yang berasal dari tumbuhan dan dapat digunakan untuk mengendalikan hama dan penyakit. Salah satu biopestisida nabati yang dikembangkan di Caping Merapi yaitu bipestisida untuk mengendalikan hama ulat dann thrips pada tanaman holtikultura. Bahan yang digunakan untuk pembuatan ini berasal dari bahan yang sederhana seperti kunyit, lengkuas, bawang putih, daun serai, dan merica. Bahan yang digunakan ini dapat mengatasi hama tersebut karena bau yang dikeluarkan.Proses pembuatannya sangat mudah tidak membutuhkan waktu yang lama dan teknologi yang canggih.

Pembuatan biopestisida ini cukup dengan menghaluskan semua bahan yang digunakan dan kemudian direbus menggunakan air dan selanjutnya di saring. Setelah itu, semua hasil penyaringan di masukkan kedalam botol lalu diperam selama 24 jam baru dapat diaplikasikan ke tanaman. Cara pengaplikasian biopestisida nabati ini terbilang sangat mudah hanya dengan dilakukan penyemprotan ketika pagi hari. Dosis yang digunakan yaitu 3 takar gelas (600 ml) biopestisida yang sudah siap digunakan dan dicampur dengan 15 liter air. Selain mudah dalam pembuatan dan aplikasi, penggunaan biopestisida ini sangat ramah lingkungan karena terbuat dari bahan alami yang tidak merusak ekosistem.

Ilustrasi : Penyemprotan Biopestisida Nabati di Lahan

Cukup mudah kan?? Makanya kalau ingin lebih tahu tentang proses berbagai produk pupuk alami ataupun biopestisida nabati yang sering digunakan datang saja ke Caping Merapi. Disini juga diajarkan tentang berbagai pelatihan dan pastinya sangat bermanfaat dan dapat menginspirasi tentang dunia pertanian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *